Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 April 2020

Apakah Kamu Pernah?



Apakah kamu pernah bertemu dengan seseorang yang bisa membuatmu berbicara lebih banyak?
Yang membuatmu merasa didengar karena dia mampu menanggapi celotehmu sewajarnya
Yang bisa tertawa bersamamu saat ada sesuatu yang menurutmu lucu


Atau,


Pernahkah kamu bertemu seseorang yang mengajakmu melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain?
Yang membuatmu takjub ternyata dunia bisa lebih indah jika disaksikan dari luar zona nyaman
Yang membuatmu memahami satu hal dari berbagai sisi


Gambar diambil dari Pinterest

Minggu, 29 Desember 2019

Selamat Tinggal


Mari lakukan upacara perpisahan ini secara natural
Tidak perlu protokol yang berbelit-belit macam birokrasi
Tidak harus ada komandannya
Toh pesertanya cuma kita

Foto diambil dari Pinterest

Jumat, 29 Maret 2019

Sejelas Itu


Bagiku, kamu selalu jelas
Berjalan di lorong kampus,
menyapa orang-orang yang ada di sana,
berbelok ke kelas, mengikuti kuliah, selesai, lalu nongkrong di kantin kampus
Kadang menunggu dosen di selasar, atau balik kos karena tidak ada kepentingan lagi di situ
Jika kebetulan kamu harus masuk sore, entah ada keperluan organisasi atau UKM, maka kamu membunuh waktu di depan perpustakaan atau student center

Photo by chuttersnap on Unsplash

Rabu, 13 Maret 2019

Tenang, Aku Bisa Menunggu


Demi bahagiamu, tidak apa-apa untukku ditunda dulu
Aku bisa menunggu
Selama kamu berjuang untuk masa depanmu,
Maka aku tidak akan menuntut ini-itu

Photo by Anthony Tran on Unsplash

Minggu, 30 Desember 2018

Kangen


Sedang ingin seperti anak kecil
Yang sah dalam merengek, manja, dan merajuk
Tapi aku sudah di umur sekian
Jadi aku tambahkan perasaan rindu

Atau memang rindu yang keterlaluan ini mengantarkan kepalaku kembali ke masa-masa lalu?
Atau aku saja yang terlalu banyak ucap, padahal ya lagi kangen sama kamu

Photo by Tamara Bellis on Unsplash

Selasa, 04 Desember 2018

Dia Tidak Datang


Dia tidak datang
Sekalipun kamu mengirim banyak pesan
Bilang kalau kamu sudah sampai, dan menunggu di tempat parkir

Tapi dia tidak akan datang, Dear
Hujan kini menderas
Kamu kelimpungan berlari ke arah gedung pertemuan

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

Rabu, 28 November 2018

Tidak Apa-Apa


Tidak ada yang perlu dibicarakan
Aku akan baik-baik saja, seperti katamu
Walaupun entah kenapa aku tidak merasakan itu


Photo by rawpixel on Unsplash

Selasa, 20 November 2018

Bukan Menyerah


Aku harap kamu baik-baik saja dan tetap bahagia
Sekalipun, mulai detik ini, kita mungkin akan semakin jarang duduk berhadapan dan bercerita banyak hal,
Semoga kamu bisa menjalani hari-harimu dengan menyenangkan
Bukankah sejak dulu memang kamulah pencipta tawa yang ahli?
Mudah bukan, membuat dirimu sendiri ceria sepanjang hari?

Maaf, aku tidak bermaksud melarikan diri
Tapi kamu juga harus mengerti,
Bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang lebih baik berjalan masing-masing
Tidak usah beriringan, bahkan bergandengan

Photo by youssef naddam on Unsplash

Kamis, 08 November 2018

Tentang Hujan


Aku masih menyukai hujan
Aroma rintiknya saat sentuh tanah
Udara yang dingin dan lembap
Genangan air di beberapa sudut jalan
Suasana segar yang langsung tercipta selepas ia reda

Aku masih menyukainya
Teramat sangat

Photo by Matthew Henry on Unsplash

Jumat, 02 November 2018

Kamu Harus Paham


Bukan bermaksud ingin menjadi perempuan yang banyak mau
Tapi dari sini, aku juga ingin tahu
Apakah selama ini yang berjuang hanya aku
Atau memang aku sendiri yang menutup mata dari segala usaha kamu
Salah?

Photo by Andrei Lazarev on Unsplash



Kamis, 11 Oktober 2018

Hanya Pernah


Duniaku pernah terpusat di kamu,
Segalanya tentang kamu
Tulisan-tulisanku untuk kamu
Sampai aku sadar bahwa banyak hal terlewat,
Tentang pertemanan; kesempatan-kesempatan untuk mewujudkan cita-cita
Semuanya hampir tertutup oleh kamu

Bagaimana kamu pernah bertanya padaku, apakah ada yang salah, ketika aku merasa dunia sedang tidak baik-baik saja
Bagaimana kamu pernah membantuku mengambilkan sesuatu di tempat yang tinggi—entah buku di rak perpustakaan, atau kardus dari atas lemari—tanpa bertanya dulu apakah aku butuh pertolongan

Photo by Radu Marcusu on Unsplash

Minggu, 09 September 2018

Halo


Soal telefon,
Aku harap kamu tahu,
bahwa aku hanya ingin bicara
bukan melepas rindu

Photo by Becca Tapert on Unsplash


Aku sedang butuh teman
Siapapun, yang bisa mendengarku
Menyimak ceritaku
Kalau kamu mau ingat, kamu pernah jadi salah satunya

Selasa, 04 September 2018

Dari Batas Jarak


Untuk segala yang tidak pernah benar,
Entah aku yang makin kenal kamu, atau aku yang berubah dan tidak lagi memahami kamu
Atau bisa jadi kamu yang semakin tidak mengerti apa mauku

Dari segala usaha yang pernah aku kerahkan demi kamu,
Mengikuti alur pikiran kamu,
Mencari pembenaran dari apa yang pernah kamu katakan,
Rasanya sekarang sia-sia
Kamu semakin jauh dan tidak terengkuh,
Sementara aku semakin ragu apakah langkahku masih berujung pada kamu

Photo by Brian Mann on Unsplash


Jumat, 03 Agustus 2018

Tidak Ada Lagi


Kalau kamu bertanya apa kabar, dan aku hanya menjawab dengan senyuman, aku harap kamu mengerti bahwa aku belum baik-baik saja.

Sepeninggalmu, hidupku perlu pembiasaan untuk melakukan banyak hal tanpa kamu.

Tidak ada yang tiba-tiba menelepon ketika aku mulai menulis.

Tidak ada yang kabarnya aku tunggu di ujung hari.

Tidak ada yang sosoknya aku nanti di beranda rumah.

Tidak ada malam minggu yang biasanya aku habiskan dengan obrolan tidak penting.

Tidak ada yang meledekku kalau tim jagoan kalah.

Tidak ada yang mencibir tiap aku membangga-banggakan pemain bola idolaku.

Tidak ada yang meracuniku Via Vallen atau Nella Kharisma.

Tidak ada yang bercerita hantu.

Tidak ada senyum yang menenangkan.

Tidak ada bahagia yang ditawarkan.

Tidak ada lagi yang membagi pandangannya mengenai hidup.

Tidak ada kamu, membuat segalanya hampir limbung, seandainya kamu mau tahu.

Tidak ada kamu, kepada siapa lagi aku akan pamer kalau aku bukan penakut—mengikuti video rumah menyeramkan Raditya Dika yang sudah sampai part 3 tanpa aku skip? Hm?

Jumat, 27 Juli 2018

Kebetulan

Kalau ada yang bertanya, seberapa dalam aku merindukan kamu, maka, akan aku jawab kalau daripada bertanya seperti itu, mintalah aku bercerita tentang bagaimana aku dan kamu bertemu. Itu lebih bisa menggambarkan bagaimana bentuk rinduku terhadapmu.

Foto diambil dari Unsplash.com
Bagaimana kebetulan-kebetulan yang menuntunku pada setiap pertemuan

Kebetulan aku dan kamu pada suatu hari saling berjabat tangan dan menyebutkan nama

Kebetulan aku dan kamu berada dalam satu kawasan yang sama, bertatap muka setiap hari

Kebetulan aku dan kamu memiliki lagu favorit yang sama

Kebetulan aku dan kamu memiliki selera humor yang sama

Kebetulan aku dan kamu memiliki pola pikir yang sama

Kebetulan aku dan kamu memiliki indra pendengaran yang satu frekuensi—sehingga, setiap ada seseorang yang menyenandungkan nada secara sumbang, aku dan kamu akan bertukar pandang kemudian tertawa

Kebetulan aku menyukai aroma parfum kamu

Kebetulan aku menyukai caramu bercerita

Kebetulan aku menantikan saat-saat kamu tertangkap mata

Kebetulan aku memasang telinga tegak-tegak setiap kisahmu mengalir dari mulut orang-orang yang kenal kamu

Kebetulan aku memakai hati untuk kenal kamu lebih jauh

Dan kebetulan aku pun terjatuh karena itu

Kebetulan kamu tidak mengalami hal seperti yang aku alami

Dan untuk hati yang patah, aku tahu itu merupakan akibat, bukan kebetulan

Senin, 23 Juli 2018

Ada Saatnya


Akan ada waktu, di mana aku bisa menjawab dengan jujur bahwa aku baik-baik saja, setiap ditanya “Apa kabar?” oleh kamu

Akan ada waktu, di mana aku bisa menyapa dengan senyum lebar tanpa mengingat bahwa kamu pernah menoreh luka

Akan ada waktu, di mana aku tidak lagi enggan untuk bertatap muka

Akan ada waktu, di mana aku tidak canggung menelepon lebih dulu atau membuka obrolan lebih awal

Akan ada waktu, di mana aku bisa menjadi diriku sendiri dalam format tidak lagi mengharapkan kamu

Akan ada waktu, di mana aku tidak lagi mengabaikan kamu, meskipun juga tidak memberi perhatian lebih untuk kamu

Akan ada waktu, di mana aku tidak lagi memasukkan kamu dalam skala prioritas

Akan ada waktu, di mana aku menghapus kamu dari daftar orang-orang spesial

Akan ada waktu, di mana jantungku tidak berdebar hanya karena melihat kamu

Akan ada waktu, di mana aku tetap bisa bernapas bebas saat nama kamu tertangkap telinga

Akan ada waktu, di mana aku ikut bahagia saat kamu bahagia, tidak peduli bersama siapa kamu merayakan kebahagiaan itu

Memang tidak sekarang

Tapi aku yakin, akan ada saatnya

Tunggu saja

Minggu, 02 Juli 2017

Cerita Ayunan Kayu

Bagaimana kalau kita kembali duduk di ayunan kayu?
Membahas apapun yang kita mau.
Menertawakan apa yang dulu kita tidak tahu.
Mengenang apa saja yang sudah lalu.

Bagaimana jika ditambah desau angin di sela jeruji kayu?
Bersama dorongan kakimu, supaya kita tetap terayun.
Bersama tawamu, tawaku.
Diikuti senyummu, senyumku.

Sabtu, 16 Juli 2016

Pertemuan



Teruntuk kota yang tidak masuk daftar tujuan wisata
Terima kasih telah berbaik hati menjadi latar sebuah pertemuan
Untuk mendung, senja, dan gerimis
Terima kasih telah menyempurnakan pertemuan tak disengaja

Sabtu, 08 Agustus 2015

Hari Pertama Bulan Ini



           Ada rindu dibalik jabat erat
            Ada perhatian dibalik sapa
            Ada cinta dibalik senyuman
            Ada hampa dibalik ucapan selamat tinggal

Sabtu, 11 Juli 2015

Dia.... Siapa?



            Aku siapa? Hanya penggemar
            Dia siapa? Entah
            Aku dengan kamu? Ekspresi datar dan senyum seadanya
            Dia dengan kamu? Senyum lebar, selfie bersama

Cemburu? Tentu saja
Punya hak? Tidak
Sakit? Sangat. Seperti ada yang mengganjal
Harus bagaimana? Entahlah

            Aku tak tahu dia siapa
            Kurasa, dia bukan penggemar
            Dan kupikir, kamu yang lebih tahu dia siapa

Apakah ada hubungan darah denganmu? Mengapa aku baru tahu?
Mengapa tweetmu tak mengisyaratkan sesuatu? Setidaknya bilang bahwa dia sepupumu
Setidaknya ada petunjuk bahwa dia saudaramu

            Rupa tak persis
            Senyum tak sama
            Lalu, bagaimana caraku menyimpulkan bahwa dia adalah adik 
            atau kakakmu?
            Jika hanya teman, mengapa sedekat itu?

Oke, baiklah. Bagimu ini tak penting. Bagiku juga tak mendesak. Tapi nyatanya, hatiku ingin meledak dan menangis. Padahal dia, perempuan itu, hanya menekan tombol favorite pada tweetku. Dan jelas, bukan karena salah pencet seperti Mas David dulu. 

Asal kamu tahu, setiap ada orang yang merespon tweetku, sedangkan aku tak mengenal nama usernya, segera kubuka profilnya. Dan kali ini, dia memberi bintang pada tweetku yang menyebut namamu. Boleh, kan, aku penasaran? Boleh, kan, aku ingin tahu? Dan setelah aku tahu salah satu unggahan gambar dalam akun perempuan itu adalah foto bersama kamu, hatiku patah dan berserakan. Terlebih, karena aku tidak tahu siapa dia, dan jika divisualisasi, dia adalah pembunuh berdarah dingin. Langsung menusuk pisau, tanpa bilang-bilang, lalu pergi begitu saja. Bagaimana aku tidak waspada? Padahal, ya, benar, aku hanya penggemar. Tak lebih, tak kurang. Pengagum setelah tak sengaja bertemu.

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini