Tampilkan postingan dengan label SWORDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SWORDS. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2019

"Sebentar lagi Ramadan."


Ta, apa kabar? Sebentar lagi Ramadan. Bagaimana harimu di sana? Menyenangkan, kan? Baik-baik saja, kan?
           
Maaf ya selama ini sudah membuat kamu marah, kesal, kecewa, dan segala hal yang aku sendiri tidak berani bertanya mengapa kamu seperti itu. Aku minta maaf karena sampai sekarang aku masih berharap semoga aku dan kamu bisa berteman seperti dulu. Mendengar tawa kamu, menatap tatapan galak kamu, menghadapi kecerewetan kamu, dan menanggapi cerita-cerita lucumu tentang teman-teman baikmu:  Ardhi dan Baya.

Photo by Avi Richards on Unsplash

Kamis, 08 November 2018

Tentang Hujan


Aku masih menyukai hujan
Aroma rintiknya saat sentuh tanah
Udara yang dingin dan lembap
Genangan air di beberapa sudut jalan
Suasana segar yang langsung tercipta selepas ia reda

Aku masih menyukainya
Teramat sangat

Photo by Matthew Henry on Unsplash

Jumat, 06 Juli 2018

[[ P E R H A T I A N ]]



Bagi saya, ini semua tidak pernah mudah.
             
Menulis hampir seluruh perasaan saya, menjadikannya sebuah buku, dan diberi izin oleh Allah SWT melalui Penerbit Ellunar untuk dibaca banyak orang, ternyata hanya titik awal.

            Sebelum ini, saya pikir menjadi penulis hanya keinginan yang kemungkinan mengendap sebagai angan. Saya hanya tahu menulis. Paling pol ya blogging. Tapi, semakin ke sini, saya belajar bahwa itu tidak cukup. Saya harus menyiapkan pondasi blog saya dengan baik. Template yang menarik hati, dan yang seharusnya mencerminkan kepribadian saya sendiri. Apalagi dengan munculnya buku saya ke permukaan, saya juga memiliki tugas untuk membawanya ke tepi. Digaet banyak orang—dinikmati banyak pembaca.

Minggu, 24 Juni 2018

#SWORDS's After Story


Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.
            
Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjutan telah berada di genggaman tangan, meskipun kalau dikilas balik setahun belakangan ini pikiranku jauh dari kata baik-baik saja.

Kamu juga jangan salah sangka bahwa hal itu dikarenakan oleh dia.

            Tidak.

            Hampir sembilan puluh persen aku tidak memikirkan manusia satu itu. Rangkaian ujian sekolah lebih menyita isi kepalaku daripada dia. Dan berkat stres tingkat dewaku yang tertuang di kamera, justru membawaku satu tingkat lebih dekat pada fotografer yang paling menginspirasiku sampai sekarang: Ewin Setyo.

            Kamu harus baca novel SWORDS dulu biar paham.

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini