Sore ini
rumahku kedatangan tamu istimewa. Tanpa identitas seragam merah atau biru dengan garuda
di dada, aku langsung tahu siapa dia. Sepupuku, Putu Gede Juni Antara yang
mengajak temannya, Mahdi Fahri Albaar. Entah bagaimana mereka berdua bisa
bertemu, yang kutahu, Bli Putu berada di Surabaya dan Kak Mahdi ada di Maluku.
Pokoknya, mereka berdua ada di rumahku sore ini.
Aku langsung heboh tak karuan ketika
melihat mereka ruang tamu. Mendapati seorang berkaos hitam, dan satunya memakai jaket
biru ala timnas. Seisi rumah menyambut mereka berdua, dan aku segera
menggandeng Bli Putu, bercerita apa saja yang lebih sering ditanggapi dengan
senyum dan tawa kecilnya. Kak Mahdi hanya mesam-mesem, karena baru kali ini dia
menginjakkan kaki di rumahku. Baru pertama ini dia kenal denganku. Mungkin,
rada heran dengan gadis yang baru bangun tidur, bisa bercerita dengan kecepatan
100 km/jam.
Aku tersadar sesuatu. Kapan lagi
sepupuku ini datang ke rumah? Tidak pasti setahun sekali. Apalagi, rumahnya
tidak di Jawa, tapi di Pulau Dewata. Kerjanya di Surabaya. Jauh, kan, dari kota
tercinta? Serta-merta aku kembali ke kamar, mengambil kamera. Mengabadikan
pertemuan kami berdua, ehm, bertiga, sore ini.
