Hujan. Malam ini hujan. Tepat
ketika kamu berjanji untuk datang ke rumah. Bersamaan dengan pulangnya kamu
dari negeri perantauan. Dan sepertinya, Tuhan memang tidak mengizinkan.
Kamis, 26 Juni 2014
Rabu, 25 Juni 2014
LDR (Luka Dari Rasa) - Episode 3
Ucapan “Selamat
pagi Cinta!” sudah semakin akrab di telingaku. Lengkingan suara Ratih juga
sudah ber-say hello dengan otakku. Jadi, aku tak perlu menggerutu sebal
karena tingkahnya yang membuat tetangga resah. Tapi pagi ini, ada sesuatu yang
membuat perasaanku tidak enak.
Selasa, 24 Juni 2014
Unpredictable
Yogyakarta.
Entah mengapa, kota itu selalu membuatku menyebutnya istimewa. Aku sendiri tak
tahu di mana letak ke-istimewaan itu, sebelum aku menemukan sesuatu yang
spesial di sana.
Jogja. Begitu
banyak orang memanggilnya. Mengundang sejuta umat untuk datang, dengan berbagai
macam daya tarik yang ia pancarkan. Dan sejak sore kemarin, aku merasakan
pancaran itu.
Selasa, 17 Juni 2014
LDR (Luka Dari Rasa) - Episode 2
Aku tersenyum
simpul mengingat pemuda bernama Fahri ini. Aku dekat dengan dia, kurang lebih 3
tahun. Selama 3 tahun itu, aku melakukan berbagai adaptasi, penjajakan, dan
pengalaman hidup yang membuatku lebih dewasa. Tanpa Fahri sadari, dia telah
mengajariku banyak hal. Bagaimana cara bertata krama dengan orang tua,
bagaimana untuk tidak ketus dengan teman lawan jenis, bagaimana caranya menjadi
siswa berotak IPA tapi berjiwa IPS.
Senin, 09 Juni 2014
Pesan Singkat
Izinkan aku mengucap selamat siang pada pesan singkatmu 1 minggu yang lalu. Ketika, 2 minggu sebelumnya, berarti 3 minggu yang lalu, aku dan kamu masih sempat tersenyum melalui jaringan skype.Ketika kamu mengirimiku pesan singkat di sela kesibukanmu dan berlanjut pada sambungan
Sabtu, 07 Juni 2014
LDR (Luka Dari Rasa) - Episode 1
“Selamat pagi Cinta!”
Lengkingan suara Ratih, tetangga
sebelahku yang kesekian kali. Kurang lebih 3 bulan aku mendengar suaranya tiap
pagi. Membuat hari-hariku 3 bulan ini juga ikut mendung karena setiap hari
dibuka oleh lengking suara Ratih. Apa dia sendiri yang punya kekasih? Atau dia
sendiri yang punya handphone buat telepon pacar? Dunia miliknya sendiri?
Uh!
Senin, 26 Mei 2014
To My BigBos, Wherever You Are
Selamat malam,
Mas. Selamat beristirahat. Jika kamu sering membaca kirimanku, tentu kamu tak
asing lagi denganku. Penggemarmu yang menggilaimu. Yang selalu mengharapkanmu
melalui akun twitter, layar kaca, bahkan buku. Buku tentang teman-temanmu. Yang
masih ada sangkut pautnya dengan dirimu. Tapi tidak ada kamu. Eh, ada ding. Tapi
kamu hanya terlibat dalam 3 gambar. Itu pun dengan ukuran 3x4.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kamu Harus Baca Ini
#SWORDS's After Story
Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini. Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...
Banyak yang Baca Ini
-
“Nggak dilanjutin belajar matematikanya?” “Ehm, ha? Belajar?” lalu pandangan gadis itu beralih pada lembaran kertas tercoret angka, t...
-
Sahabatku baru saja bercerita tiga menit tanpa jeda. Tentang salah seorang pemuda yang buatnya melayang-layang tak berdaya. Pemuda yang...
-
Malam ini, aku belajar satu hal dari percakapan antara kakakku dan orang tuaku. Ini terkait perjuangan kakakku yang harus mengorbankan ...

