Senin, 23 September 2019

Pretended League


Mau sampai kapan kita berlomba siapa yang paling bahagia?
            
Sama-sama berusaha memberikan senyum dan tawa paling lebar, padahal kepala kita masih menyimpan sakit hati dan kecewa. Apakah kamu baik-baik saja dengan itu?

Photo by Jonathan Pendleton on Unsplash

Kamis, 22 Agustus 2019

Paling Aku Favoritkan


Aku suka hari ketika kakiku memasuki gedung olahraga kota. Kamu boleh lupa atau bahkan tidak peduli, bahwa bagiku, tempat itu menjadi salah satu tempat yang menyimpan banyak kenangan tentang aku dan kamu.

Aku suka ketika aku mencari tempat kosong sekaligus spot terbaik untuk memotret kamu yang sedang bertanding di lapangan. Aku tidak pernah berbaur dengan pendukung kedua tim, karena aku tidak mau telingaku jadi pengang hanya karena tabuhan genderang macam mau perang. Aku juga tidak perlu mengeluarkan jurus basa-basi seandainya bertemu dengan pendukung tim kamu yang rata-rata memang temanku atau temanmu.

            Aku hanya ingin bisa melihat kamu dengan leluasa. Bahkan aku tidak mau ada satupun di kepalaku yang bertanya perihal status hubungan kita itu apa.

Senin, 29 Juli 2019

Cari atau Lari

Iya, tidak ada alasan untuk tidak menjawab “Aku baik.” ketika kamu bertanya “Apa kabar?” padaku.

Aku tahu kamu tidak sekadar berbasa-basi demi membuka obrolan. Aku tahu kamu mungkin sempat berpikir kalau aku pernah porak-poranda selepas aku dan kamu meletakkan hubungan ini di tengah jalan. Aku tahu kamu peduli dan aku sebenarnya tidak bermaksud mengabaikan itu. Karena jujur, aku sudah merasa baik-baik saja, setidaknya sebelum bertemu kamu lagi hari ini, setelah sekian lama tak pernah bertatap muka.

Dulu, dulu sekali, aku pernah dengan tololnya memiliki hobi mencari dan menemukan kamu di antara lautan orang-orang. Rasanya menyenangkan saat berhasil mengunci pandangan pada postur tubuh tinggi kamu, mengamati kamu dari jauh, memotret kamu diam-diam, lalu senyum-senyum sendiri saat senyum kamu berhasil aku abadikan.

Foto diambil dari link ini

Selasa, 04 Juni 2019

Sebentar Lagi Lebaran


Hei, sebentar lagi lebaran, atau bahkan kamu membaca tulisan ini ketika bulan Ramadan tahun ini sudah berakhir. Di sini aku hanya ingin minta maaf atas segala kesalahan yang muncul dari alam bawah sadarku, yang mungkin sempat membuatmu terganggu.
          
Foto diambil dari unsplash.com

Rabu, 01 Mei 2019

"Sebentar lagi Ramadan."


Ta, apa kabar? Sebentar lagi Ramadan. Bagaimana harimu di sana? Menyenangkan, kan? Baik-baik saja, kan?
           
Maaf ya selama ini sudah membuat kamu marah, kesal, kecewa, dan segala hal yang aku sendiri tidak berani bertanya mengapa kamu seperti itu. Aku minta maaf karena sampai sekarang aku masih berharap semoga aku dan kamu bisa berteman seperti dulu. Mendengar tawa kamu, menatap tatapan galak kamu, menghadapi kecerewetan kamu, dan menanggapi cerita-cerita lucumu tentang teman-teman baikmu:  Ardhi dan Baya.

Photo by Avi Richards on Unsplash

Rabu, 10 April 2019

Jumat, 29 Maret 2019

Sejelas Itu


Bagiku, kamu selalu jelas
Berjalan di lorong kampus,
menyapa orang-orang yang ada di sana,
berbelok ke kelas, mengikuti kuliah, selesai, lalu nongkrong di kantin kampus
Kadang menunggu dosen di selasar, atau balik kos karena tidak ada kepentingan lagi di situ
Jika kebetulan kamu harus masuk sore, entah ada keperluan organisasi atau UKM, maka kamu membunuh waktu di depan perpustakaan atau student center

Photo by chuttersnap on Unsplash

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini