Kamis, 31 Januari 2019

Tulisan Ini Untuk Kamu


Maaf, Tuan, maaf
Maaf sekali lagi jika aku mempermasalahkan jarak
Karena pada kenyataannya, kita terpisah oleh kesempatan bertemu
Kita tidak bisa saling tatap muka, dan membicarakan hal yang pernah mengungkung isi kepala

Aku tahu, ini soal lama
Jauh sebelum tulisan ini dibuat dan disebarluaskan dan mungkin kebetulan kamu tengah membacanya sekarang
Tuan, maafkan
Sekalipun aku sekarang diam dan tidak membahas hal itu lagi, bukan berarti aku lupa dan menganggap segalanya baik-baik saja
Meskipun kini aku dan kamu sudah punya banyak hal lain yang dibicarakan, bukan berarti masalah ini selesai dan kita tidak perlu berbincang secara khusus mengenai perkara ini

Photo by rawpixel on Unsplash

Senin, 07 Januari 2019

Ternyata Masih Dia


Boleh aku bercerita?
Tentang laki-laki yang tidak pernah berhenti membuatku terkesan
Dari leluconnya
Tingkah ajaibnya
Pemikiran rumitnya
Cerita-ceritanya

Photo by Tom Sodoge on Unsplash

Minggu, 30 Desember 2018

Kangen


Sedang ingin seperti anak kecil
Yang sah dalam merengek, manja, dan merajuk
Tapi aku sudah di umur sekian
Jadi aku tambahkan perasaan rindu

Atau memang rindu yang keterlaluan ini mengantarkan kepalaku kembali ke masa-masa lalu?
Atau aku saja yang terlalu banyak ucap, padahal ya lagi kangen sama kamu

Photo by Tamara Bellis on Unsplash

Selasa, 11 Desember 2018

Sekadar Mengingatkan


Tidak ada yang menyenangkan dari memiliki kekasih yang jadi kakak tingkat. Apalagi ketika dia menjadi panitia ospek, dan tidak semua manusia tahu hubungan itu.
            Atau mungkin justru yang lebih berat adalah ketika dia berakting sama sekali tidak ada apa-apa. Seolah-olah kamu hanya mahasiswa baru sedangkan dia adalah senior yang harus kamu segani. Dia memang lewat di sampingmu hampir setiap saat ketika berbaris. Namun sejauh ini, bahkan mungkin sampai acara ini selesai, dia tidak pernah menyapamu atau menyebut namamu. Dia memang selalu melihatmu—bertemu pandang denganmu, tapi hanya sebatas itu. Dia tidak beranjak dari “kedudukan” dia, sekadar bertanya apakah kamu baik-baik saja setelah dipanggang lama-lama di bawah sinar matahari dalam posisi berdiri seperti tentara yang akan berperang.

Selasa, 04 Desember 2018

Dia Tidak Datang


Dia tidak datang
Sekalipun kamu mengirim banyak pesan
Bilang kalau kamu sudah sampai, dan menunggu di tempat parkir

Tapi dia tidak akan datang, Dear
Hujan kini menderas
Kamu kelimpungan berlari ke arah gedung pertemuan

Photo by Erik Witsoe on Unsplash

Rabu, 28 November 2018

Tidak Apa-Apa


Tidak ada yang perlu dibicarakan
Aku akan baik-baik saja, seperti katamu
Walaupun entah kenapa aku tidak merasakan itu


Photo by rawpixel on Unsplash

Selasa, 20 November 2018

Bukan Menyerah


Aku harap kamu baik-baik saja dan tetap bahagia
Sekalipun, mulai detik ini, kita mungkin akan semakin jarang duduk berhadapan dan bercerita banyak hal,
Semoga kamu bisa menjalani hari-harimu dengan menyenangkan
Bukankah sejak dulu memang kamulah pencipta tawa yang ahli?
Mudah bukan, membuat dirimu sendiri ceria sepanjang hari?

Maaf, aku tidak bermaksud melarikan diri
Tapi kamu juga harus mengerti,
Bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang lebih baik berjalan masing-masing
Tidak usah beriringan, bahkan bergandengan

Photo by youssef naddam on Unsplash

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini