Puasa satu
minggu pertama. Aku menghela napas panjang. Ponselku bergetar tanpa henti.
Terus saja menerima pesan dari beberapa grup, yang kesemuanya adalah membahas
rencana buka bersama. Memilih tempat, menyesuaikan hari. Si pembuat rencana,
biasanya mengutuk teman-teman yang tidak kunjung muncul di obrolan grup. Si
aktif, biasanya memberikan sederet usul. Soal hari, tempat, menu makanan,
sampai budget yang harus dikeluarkan. Si pasif, biasanya menanggapi
dengan “Terserah”. Dan ketika si pembuat rencana memilih hari sesuai daftar
milik si aktif, si pasif muncul kembali, dan bilang “Tidak bisa”. Si pembuat
rencana kembali memutar kepala, lagi-lagi harus memilih hari.
Begitu saja terus. Selama satu
minggu pertama bulan ramadhan.