Sudah berapa orang yang menganggapku berbohong?
Menuduhku hanya mengaku-ngaku sebagai kekasihmu. Sudah berapa kali orang
terpana membaca status dan tweet seorang jomblo sial yang berubah jadi roman?
Inikah resiko kekasih seorang bintang? Harus menyiapkan amunisi sabar yang banyak,
jika sedang berada di sisi seorang yang lagi dipuja-puja.
Senin, 26 Mei 2014
Senin, 19 Mei 2014
Just Say Thanks
Hello guys! Lama
tidak bertemu dengan celotehku ya? Bagi kalian, para penggemar setia tulisanku,
saya mohon maaf. Pasalnya, ada kendala teknis yang terjadi di sini. Tapi
sekarang, sudah bisa bertemu dengan rangkaian alfabet dariku, kan? Nggak perlu
sedih ya. Hehe.
Rabu, 07 Mei 2014
Seharusnya Aku Lupa
Benarkah aku harus meratapi kepergianmu? Kamu yang menghilang
tiba-tiba, dan kamu juga yang muncul dengan tiba-tiba. Beserta status
hubunganmu yang baru, muncul ke permukaan. Menjawab alasan kenapa kamu
menghilang lama. Lantas, untuk apa kaumendekatiku? Apa aku hanya kaujadikan
pelarian? Memangnya aku arena balap?
Senin, 05 Mei 2014
Senja Terakhir (Selesai)
Satu
jam yang lalu aku menunggumu di teras rumah dengan perasaan yang makin tak
menentu. Kamu belum datang. Sedan hitammu belum juga terlihat. Telfonku juga
tak kaujawab. Kemana kamu? Jangan bilang kalau kamu tak jadi menjemputku.
Jangan bilang kalau klubmu memanggilmu lagi untuk pertandingan selanjutnya.
Terlalu sering hal itu terjadi pada hubungan kita. Tapi aku paham. Kamu jauh
lebih menyukai sepak bola daripada diriku. Hatimu terlalu banyak untuk sepak
bola. Dan aku bersyukur masih ada ruang di hatimu untukku.
Sabtu, 26 April 2014
Senja Terakhir
Seharusnya ini bukan senja terakhir. Seharusnya ini senja paling
membahagiakan untukmu, Seharusnya saat ini kita masih bisa duduk di pinggir
pantai sambil tertawa menikmati sunset. Jika saja, 2 jam yang lalu aku
berhasil mengurungkan niatmu untuk pergi ke kampus. Jika saja aku sukses
menghentikan langkahmu masuk ke sedan hitammu untuk ke kampus, pasti ini bukan
senja terakhir kita.
Jumat, 25 April 2014
Hanya Dalam Diam
Mungkinkah ini penderitaan, jika aku hanya bisa mengamatimu dalam diam?
Atau ini kenikmatan jika dalam diam, aku jatuh cinta?
Rabu, 09 April 2014
Dia (Bukan) Untukku - Episode 4
Malam
minggu. 2 kata yang biasanya selalu kutunggu. Saat-saat dimana kita sebagai
pelajar, dimanjakan dengan 1 kata. Santai. Selama aku hidup, malam minggu tak
pernah kulewatkan dengan sia-sia. Tapi, tidak untuk hari ini. Aku merasa bosan
dengan acara televisi yang semakin tidak jelas; sosial media yang sudah sangat
sering kukunjungi; permainan di komputer yang sudah kuselesaikan sampai level
tertinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kamu Harus Baca Ini
#SWORDS's After Story
Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini. Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...
Banyak yang Baca Ini
-
Sudah sejak tadi pagi aku tak sabar ingin segera malam. Karena kemarin, abangku bilang, dia akan pulang, dan membawa banyak...
-
“Nggak dilanjutin belajar matematikanya?” “Ehm, ha? Belajar?” lalu pandangan gadis itu beralih pada lembaran kertas tercoret angka, t...
-
Sahabatku baru saja bercerita tiga menit tanpa jeda. Tentang salah seorang pemuda yang buatnya melayang-layang tak berdaya. Pemuda yang...

