Kamis, 27 Februari 2014

Renungan

 Hidup (Tak) Mudah Ditebak


Hello guys ! Selamat bermalam Jum'at Pon ! No, misteri. Saatnya berkicau di dunia penuh misteri. Haha. Ah, tidak! Nggak perlu bergidik ngeri begitulah. Ini hanya aku. Seorang penulis remaja yang suka nulis. Eh, bukan. Yang suka galau :p Haha. Ralat deh ralat. Yang suka membagi tulisan seputar kegalauan.... remaja.

Sabtu, 08 Februari 2014

Setelah Membaca Status Terakhir Akunmu



Masih ingatkah kamu awal perkenalan kita? Lagi-lagi aku membahas dunia maya. Dunia semu yang mengawali pertemuanku denganmu. Lagi-lagi pula, halaman berwarna biru, bertuliskan Facebook kembali terketik di cerita ini. Beranda yang kau kunjungi tiap malam di depan layar laptopmu. Bercerita tentang pengalamanmu di sekolah, tentang kisah cintamu yang semrawut, tentang teman-teman baikmu, tentang orang yang tak kau suka, semuanya. Kau tulis secara runtut hingga otakku mampu membayangkan duniamu.

Sabtu, 11 Januari 2014

Geguritan

Haha. Nggak tahu kenapa, di pelajaran Bahasa Jawa kemarin, nulis geguritannya berawal dari memikirkanmu, orang yang tak akan kusebutkan namanya di sini. Inilah hasilnya. Selamat membaca :)


Kamis, 26 Desember 2013

Ini Surat yang Kesekian Dariku; Pengagummu


Surat ini kutulis ketika malam itu aku merasa sendiri dengan ribuan bayangan wajahmu. Aku merindukan kamu yang beberapa hari terakhir, muncul dalam kehidupanku. Surat dengan alamat yang sangat jelas. Kamu.


Kamis, 05 Desember 2013

Gila



Mungkin, hanya sebuah perasaan tajam yang menikam hati saya. Menyadari anda benar-benar telah meninggalkan dunia saya, tanpa permisi. Menyadari bahwa anda telah memasuki dunia orang lain tanpa sepengetahuan saya. Padahal, saya berusaha mengundang anda untuk masuk ke dunia saya. Dunia yang pernah anda jelajah, yang pernah menjadi sumber tawa dan senyum anda. Yang baru sekarang saya rindukan, sejak anda menghilang.

Selasa, 12 November 2013

Apa Nama yang Tepat Untuk Rasa Ini?



Rasa ini hampir punah. Rasa ini hampir musnah. Rasa ini hampir hilang. Rasa ini hampir padam. Rasa ini hampir menguap. Rasa ini sudah tak berdaya. Rasa ini sudah berada pada suatu ujung. Rasa ini sudah begitu sepi. Rasa ini sudah berada pada masanya untuk segera beranjak. Rasa ini sudah menunjukkan titik lelahnya. Rasa ini sudah tak ada orang yang menggubris, termasuk aku, pemilik dari rasa ini.

Sabtu, 09 November 2013

Dilema (Episode terakhir)



Episode lalu....

Air mataku kian deras.

            “Mas Fian tahu, kamu dilema. Maafin, Mas Fian ya,” Aku memeluk Mas Fian dengan tangis yang semakin tak terbendung.
 

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini