Rasa ini hampir
punah. Rasa ini hampir musnah. Rasa ini hampir hilang. Rasa ini hampir padam.
Rasa ini hampir menguap. Rasa ini sudah tak berdaya. Rasa ini sudah berada pada
suatu ujung. Rasa ini sudah begitu sepi. Rasa ini sudah berada pada masanya
untuk segera beranjak. Rasa ini sudah menunjukkan titik lelahnya. Rasa ini
sudah tak ada orang yang menggubris, termasuk aku, pemilik dari rasa ini.
Selasa, 12 November 2013
Sabtu, 09 November 2013
Dilema (Episode terakhir)
Episode lalu....
Air mataku kian deras.
“Mas Fian tahu,
kamu dilema. Maafin, Mas Fian ya,” Aku memeluk Mas Fian dengan tangis yang
semakin tak terbendung.
Senin, 04 November 2013
6 Orang Beruntung yang Merajai Kisah si Penulis
Terima kasih untuk si penulis yang mengizinkan saya mengirim tulisan ini dalam blog pribadi saya :) Terima kasih untuk si penulis enggan disebut namanya ini telah mengizinkan saya membagi tulisan ini :) Tak lupa, selamat untuk 6 orang beruntung yang menjadi ide cerita si penulis :) Selamat membaca.
Sabtu, 02 November 2013
Dilema (Episode 4)
Episode lalu...
Aku terduduk lemas di sisi ranjang. Apakah hanya
karena perkara Renata, aku dan kakak kandungku sendiri bertengkar? Dengan
sepupuku sendiri, hubunganku renggang? Apa mereka tidak tahu alasanku berkata
begini? Tak lain, karena aku tak ingin mereka sakit hati.
Pagi ini, aku memasak daging sapi ala Mama favorit Mas Vano. Dengan
harapan, kerinduan dengan Mama agak terobati. Aku sudah menyiapkan nasi beserta
lauk, lalu kutinggal mandi bersiap ke sekolah. Usai mandi, kulihat Mas Vano dan
Mas Fian sudah mengambil nasi, sarapan.Sepotong Kata Maaf
Fino murung.
Teman sebangku sekaligus sahabatnya tidak masuk hari ini. Ia menatap bangku di
sampingnya dengan tatapan kosong. Walaupun sekarang adalah pelajaran
matematika, favoritnya, ia tetap membatin pilu. Fino juga memastikan, Dika,
teman sebangkunya, tidak punya catatan materi terbaru hari ini. Dika juga pasti
belum tahu, jika pertemuan berikutnya akan diadakan ulangan harian. Fino
mendesah perlahan.
Sabtu, 26 Oktober 2013
Dilema (Episode 3)
Episode lalu...
Tekad apa yang harus kupegang agar tak terjatuh saat menyelamatkan Mas
Fian dan Mas Vano dari akal licik Renata? Haruskah aku menunggu agar mereka
putus? Apakah aku mampu bersabar melihat kakakku sendiri diperdaya? Apakah aku
mampu menerima dengan ikhlas kakakku disakiti?
Di sekolah, aku masih memikirkan kejadian tempo hari. Pertemuanku
dengan Renata dan Mas Vano yang tentu saja mengejutkanku, masih berputar-putar
dalam kepalaku. Aku tak ingin diam saja. Aku ingin bertindak. Tapi apa?
Jumat, 25 Oktober 2013
Setelah Sapaan Singkatmu, Siang itu
Kita kembali dipertemukan. Tapi dalam tema yang berbeda. Sudah ada
3 kali peristiwa berbeda yang Tuhan ciptakan untuk mempertemukanku kembali
denganmu. Membuatku kian kuat untuk berharap kamu berada di sisiku. Yang pertama,
aku mulai dari dunia maya. Dunia yang pernah kita jelajah untuk saling
berinteraksi, saling tertawa, berbincang, saling berbagi cerita, tentang
sekolah, teman, hingga cinta. Apakah kamu ingat? Itu terjadi sekitar 2 tahun
yang lalu. Saat kita menimba ilmu di lembaga yang berbeda.
Yang kedua, adalah kita dipertemukan dalam masa MOS. Masa-masa
dimana aku belum menyadari betapa aku ingin kamu berada di sampingku. Aku belum
mengerti, aku belum menyadari bahwa aku akan mengharapkan kamu lebih dari
sekedar teman, lebih dari sekedar kakak kelas. Masa MOS, yang semakin
mempererat hubungan kita, sebagai teman. Kembali tukar menukar cerita melalui
dunia maya. Seakan mengingat bahwa pertama kali kita terhubung melalui dunia
maya. Aku juga ingat dan akan terus mengingatnya jika kamu selalu membagi
pengalamanmu saat menimba ilmu di sekolah itu. Sekolah yang menjadi tujuanku
setelah lulus dari ujian-ujian memusingkan yang kupelajari selama 6 tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kamu Harus Baca Ini
#SWORDS's After Story
Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini. Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...
Banyak yang Baca Ini
-
Sudah sejak tadi pagi aku tak sabar ingin segera malam. Karena kemarin, abangku bilang, dia akan pulang, dan membawa banyak...
-
“Nggak dilanjutin belajar matematikanya?” “Ehm, ha? Belajar?” lalu pandangan gadis itu beralih pada lembaran kertas tercoret angka, t...
-
Sahabatku baru saja bercerita tiga menit tanpa jeda. Tentang salah seorang pemuda yang buatnya melayang-layang tak berdaya. Pemuda yang...

