Sabtu, 14 Juli 2018

Another Wor(l)ds


        Kamu datang seperti biasa. Memakai kemeja yang tidak kamu kancingkan, kaos warna biru yang senada dengan kemejamu, sepasang sepatu yang sepertinya usai kamu cuci, jam tangan hitam dengan merk yang sama meskipun sudah berganti-ganti model, juga aroma parfum yang spontan menyambut hidungku ketika kamu menginjakkan kaki di teras rumah.

            Penampilanmu memang seperti biasa.

            Tapi kamu terlambat lima menit.

            Sebagai manusia yang selalu tepat waktu, sekalipun hanya untuk mengunjungi rumahku, aku tahu bahwa di luar kebiasaanmu ini, ada sesuatu yang patut menderingkan alarm di kepalaku.

Jumat, 06 Juli 2018

[[ P E R H A T I A N ]]



Bagi saya, ini semua tidak pernah mudah.
             
Menulis hampir seluruh perasaan saya, menjadikannya sebuah buku, dan diberi izin oleh Allah SWT melalui Penerbit Ellunar untuk dibaca banyak orang, ternyata hanya titik awal.

            Sebelum ini, saya pikir menjadi penulis hanya keinginan yang kemungkinan mengendap sebagai angan. Saya hanya tahu menulis. Paling pol ya blogging. Tapi, semakin ke sini, saya belajar bahwa itu tidak cukup. Saya harus menyiapkan pondasi blog saya dengan baik. Template yang menarik hati, dan yang seharusnya mencerminkan kepribadian saya sendiri. Apalagi dengan munculnya buku saya ke permukaan, saya juga memiliki tugas untuk membawanya ke tepi. Digaet banyak orang—dinikmati banyak pembaca.

Minggu, 24 Juni 2018

#SWORDS's After Story


Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.
            
Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjutan telah berada di genggaman tangan, meskipun kalau dikilas balik setahun belakangan ini pikiranku jauh dari kata baik-baik saja.

Kamu juga jangan salah sangka bahwa hal itu dikarenakan oleh dia.

            Tidak.

            Hampir sembilan puluh persen aku tidak memikirkan manusia satu itu. Rangkaian ujian sekolah lebih menyita isi kepalaku daripada dia. Dan berkat stres tingkat dewaku yang tertuang di kamera, justru membawaku satu tingkat lebih dekat pada fotografer yang paling menginspirasiku sampai sekarang: Ewin Setyo.

            Kamu harus baca novel SWORDS dulu biar paham.

Rabu, 02 Mei 2018

Bagaimana Membicarakan Cita-cita dengan Orang Tua?


“Kenapa kamu ingin ke sana? Coba universitas yang lain dulu,”
“Biayanya mahal. Bapak ini sebentar lagi pensiun lo,”
“Masih lama pula. Mungkin nanti keinginanmu bisa berubah,”
Dan detik itu aku merasa bahwa cita-citaku mungkin tidak seperti yang aku rancang di kepalaku.

Sabtu, 07 April 2018

Apa yang Ingin Aku Tekuni?



Halo!

Pemilik akun ini sedang bertekad untuk membuat tulisan secara rutin—kemungkinan besar akan dikirim tiap minggu. Meskipun serangkaian ujian baru saja hampir selesai, setidaknya kepalaku sudah sedikit longgar untuk diajak berpikir dan berdiskusi.

Ah, iya, kalau Kawan-kawan ingin berdiskusi, boleh banget. Aku bisa dijumpai di LINE dengan id: angelarezka; twitter dengan username: @AngelaRezka; dan instagram dengan username: @angela_rezka. Melalui email jela.andua@gmail.com pun boleh.

Pada kesempatan kali ini, ada beberapa hal yang ingin aku bagi, kepada Kawan-kawan—dan sekali lagi—khususnya kepada adik-adik yang masih punya kesempatan untuk memilih di mana akan menghabiskan masa putih abu-abu.

Senin, 19 Maret 2018

Daftar Kesalahan



Halo, adik-adik SMP yang akan menuju SMA,
            
 Berikut ini adalah tulisan mengenai kesalahanku sebelum masuk SMA, yang mungkin bisa kalian jadikan pencerahan daripada kalian menyesal tiga tahun kemudian, seperti yang aku alami sekarang.

Buat adik-adik yang masih bingung nanti di SMA mau memilih jurusan apa, mungkin penjelasan tentang kesalahanku ini bisa membantu, setidaknya membuatmu berpikir ulang sehingga bisa lebih percaya diri dalam memilih jurusan karena tiga tahun di masa putih abu-abu adalah jembatan yang harus adik-adik lewati untuk masa depan yang telah menanti.

Kamis, 08 Februari 2018

Demi Eksistensi

Hai.
            
Aku kembali ke peredaran.

            Anggap saja tulisan ini sebagai salam pembuka setelah sekian lama tidak bersua, sekaligus ucapan selamat datang karena kemungkinan besar, tulisanku tidak lagi seperti yang kamu harapkan. Maaf, bukannya aku kehilangan selera untuk memenuhi apa yang kamu suka, tapi aku merasa, kalau setiap saat memenuhi keinginan seseorang, lama-lama aku sendiri yang akan mati tanpa kebahagiaan yang berarti. Karena jujur, setelah aku menghilang dari permukaan, aku menemukan beberapa hal dalam hidupku yang perlu aku atur ulang: termasuk tulisan dalam blogku sekarang.

            Pertama: aku masih suka menulis, meskipun tidak setiap hari aku merasa perlu menuangkan uneg-uneg dan memerlakukan laptop seperti diary.

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini