Bagi saya, ini semua tidak pernah mudah.
Menulis
hampir seluruh perasaan saya, menjadikannya sebuah buku, dan diberi izin oleh
Allah SWT melalui Penerbit Ellunar untuk dibaca banyak orang, ternyata hanya
titik awal.
Sebelum
ini, saya pikir menjadi penulis hanya keinginan yang kemungkinan mengendap
sebagai angan. Saya hanya tahu menulis. Paling pol ya blogging. Tapi,
semakin ke sini, saya belajar bahwa itu tidak cukup. Saya harus menyiapkan
pondasi blog saya dengan baik. Template yang menarik hati, dan yang
seharusnya mencerminkan kepribadian saya sendiri. Apalagi dengan munculnya buku
saya ke permukaan, saya juga memiliki tugas untuk membawanya ke tepi. Digaet
banyak orang—dinikmati banyak pembaca.