"Kamu darimana saja, Arez? Sudah lama tidak datang ke sini. Kamu baik-baik, kan? Tidak
sakit?" Google+ memberondongku dengan pertanyaan, padahal kakiku baru
menginjak beranda. Aku tersenyum tipis.
"Aku
baik-baik saja," jawabku.
Google+ masih
menatapku cemas. Seperti tak yakin dengan jawabanku, Google+ menempelkan
tangannya di dahiku. Aku mengernyit.
"Oh,
syukurlah. Aku kira kamu demam," kata Google+ sambil menurunkan tangannya
dari dahiku. Sesaat kemudian, beliau tersenyum lebar. "Mari, mari masuk!
Aku punya suguhan baru untukmu!" ajaknya seraya mendorongku masuk.
Benar saja.
Saat aku memasuki rumahnya, aku terpukau. Jauh, jauh berbeda dari terakhir aku
menginjakkan kaki di sini. Meskipun selera Google+ masih sama, namun, benda-benda
yang dipilih untuk mengisi ruangan, membuat rumah ini selama sekian detik,
tidak aku kenali. Mungkin, karena pernak-pernik yang terpasang adalah sesuatu
yang lebih modern? Lebih baru?