Masih di tempat
duduk yang sama, pagi ini aku menyaksikan beberapa pemain yang tengah melakukan
pemanasan. Berlari kecil dari ujung ke ujung lapangan, mencoba tendangan jarak
jauh, saling oper sesama teman, dan menguji tangkapan bolanya bagi kiper. Masih
dari tempat duduk yang sama, aku melihat para supporter mulai memenuhi bangku
penonton dengan segala atribut yang dibawanya untuk menyemarakkan pertandingan.
Sayangnya, orang-orang itu—pemain di lapangan dan para penonton, adalah orang
yang berbeda, tidak seperti beberapa bulan yang lalu. Padahal, aku masih di
tempat duduk yang sama.
Beberapa waktu lalu, ketika aku
menggilai sepak bola semenjak aku bertemu salah satu pemain timnas—Bayu Gatra,
kamu mengajakku ke tempat ini. Berpromosi jika olahraga yang kamu tekuni, tak
kalah menarik dengan olahraga yang aku sukai. Kamu menggamit lenganku,
mendudukkanku di tempat duduk ini, berpesan aku harus hati-hati, dan jangan
lupa meneriakkan namamu ketika kamu berhasil menjebol gawang lawan. Aku
mengangguk sedikit malas, karena antusiasme olahraga dengan 5 pemain ini, kalah
jauh dibanding sepak bola. Supporter yang datang, bahkan bisa dihitung jari.

