Jumat, 05 Desember 2014

Bukan Cinta



Wejangan Mas Ravi malam ini emang bikin ‘nyesss’ banget.
“Untuk apa kaususah-susah memendam rindu pada seseorang yang tak sepenuhnya merindukanmu? Untuk apa kausulit melupakan seseorang yang bahkan tak pernah mengingatmu?” ini ‘nyess’ pertama. Bayangkan saja, jika pada kalimat awal percakapan, langsung ditodong kalimat sebegini tajamnya?

Jumat, 28 November 2014

Mungkinkah Orang Itu Menulis Ini Kepada Pemilik Blog?



Aku kembali melihatnya sore ini. Dia memakai baju berlogo klub sepak bola ternama Spanyol, dan celana jeans hitam. Mungkin, gadis itu memang menyukai klub sepak bola tersebut, karena sempat beberapa kesempatan aku melihatnya memakai jaket berlogo sama. Sore ini, dia sedang belajar fisika. Mungkin, besok dia akan ulangan atau hanya memperdalam materi karena UAS sudah dekat. Ehm, entah kenapa aku berpikir begitu. Apa karena setiap Senin dan Rabu aku selalu melihatnya? Apa karena aku selalu melihatnya mengambil air wudhu lalu sholat? Atau ada hal lain?

Jumat, 21 November 2014

Dawai Biru



Toko buku sore ini cukup ramai. Aku sudah melangkah ke lantai dua. Surga bagiku. Dengan lautan bukunya yang ingin kubeli semua, juga penataan yang rapi, serta aroma khas yang menguar di seluruh sudut ruangan, membuatku suka pada tempat ini. Sangat suka.
Pandangan mataku mengarah pada bagian buku New Release. Menatap tumpukan novel karyaku yang baru diterbitkan minggu lalu. Yang membuatku rajin datang ke tempat ini. Tiap hari mengecek berapa orang yang sudi membeli bukuku
Mataku tertumbuk pada seorang berjaket biru yang sedang berdiri di depan tumpukan bukuku. Membuka-buka buku yang tak begitu jelas jika kulihat dari sini. Mungkinkah yang dia pegang adalah bukuku? Percayakah ia bahwa aku sekarang menjadi penulis? Bukan seorang gadis yang pernah menjadi murid lesnya dulu? Yang sering ia ajari memetik dawai tiap minggu? Ada, sih, yang dia tak tahu sampai sekarang: aku selalu menunggu setiap pertemuan dengannya. Sayangnya, pertemuan itu sekarang tak pernah terjadi. Justru membuatku tersiksa karena kerinduan padanya sering meledak.
                                                      Dia yang memakai jaket biru tua.

Rabu, 19 November 2014

Merindu



            Sore ini, macam hari biasa, pulang les, aku nongkrong di depan tv, menunggu acara kuis tebak lagu di salah satu stasiun tv swasta dalam negeri. Tas masih tergantung di pundak, helm belum kukembalikan di tempatnya, dan tangan masih menggenggam kunci sepeda motor dengan gantungan kunci bergambar maskot Piala Dunia di Brazil kemarin. Aku sudah stay cool di depan layar tv, menanti salah satu penyanyi dalam acara itu yang jadi idola baruku.

Selasa, 28 Oktober 2014

Mahdi, Bayu, dan........



Cukup tergesa kakiku melangkah ke gedung ini. Kembali ke bangunan ini. Untuk sebuah urusan yang kalian tak perlu mengerti. Dengan sebuah map yang berisi dokumen entah penting atau tidak bagiku, kupeluk, melewati orang-orang yang menatapku setengah heran.  Dalam hati, aku terus merapal sebuah doa, semoga kembali bertemu dengan manusia satu itu.

Rabu, 15 Oktober 2014

Terhempas ke Masa Lalu




 Anggap saja pemuda yang kuceritakan di sini adalah Putu Gede Juni Antara.

 Sepupuku datang ke rumah sore ini. Memakai baju warna merah, celana pendek, dan wajah baru. Ya. Rambutnya yang bermodel baru—yang masih basah dengan wangi sampo, sangat jauh berbeda dengan yang kemarin. Dia juga bercerita jika tadi habis ke salon gara-gara tukang cukur langganannya sedang sakit. Dia masih saja cerita tentang rambut barunya, tak peduli denganku yang tertawa kaku mendengar celotehnya yang membanggakan rambut mohawk-nya. Dia tak mengerti kenapa aku sedingin ini melihatnya datang ke rumah—padahal biasanya aku paling heboh jika dia bertandang. Tapi, sore ini, rambut barunya, mengingatkanku pada seseorang. Pria di ujung sana.

Minggu, 05 Oktober 2014

Challenge



“Kau bisa basket?”
            “Lumayan,”
            “Baik! Kita adu di lapangan, sekarang!”
            “Hah? Sekarang?”
            “Kenapa? Kau takut?”
            “Ah, tidak. Kurasa, kau terlalu gila jika mengajakku bermain basket sekarang ini.”
            “Ada masalah dengan siang yang terik ini? Kau tak perlu risau jika tubuhmu menghitam. Aku masih punya jaket untuk melindungi tubuhmu!” dan dalam satu kali gerakan, jaket biru bergambar garuda di dada itu sudah berpindah tangan. “Ayo sekarang kita ke lapangan!”

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini