Lagi-lagi
salah waktu untuk posting. Harusnya tanggal 30 Agustus pukul 06.35 WIB, tapi buktinya? Malam ini
aku baru bisa menulis di blog pribadiku. Tulisan tentang aku di masa 14 tahun
silam.
Selasa, 03 September 2013
Kamis, 22 Agustus 2013
Masih Cerita 4 Minggu yang Lalu
Mungkin, kamu lupa saat
kamu memegang tanganku tanpa sadar, dulu. Mungkin kamu lupa saat kamu
menggodaku, mengajakku bercanda, dulu. Mungkin kamu lupa saat kamu
mengingatkanku untuk mengikuti suatu kegiatan sore hari, dulu. Mungkin kamu
lupa saat kamu meminta bantuanku, dulu. 4 minggu yang lalu.
Rabu, 21 Agustus 2013
Cerita 4 Minggu
4 minggu tanpa kabar
darimu. Kita tidak bertatap muka dan saling menyapa. Tak meninggalkan jejak
sehingga menyulitkanku untuk melacak. 4 minggu itu pula aku belajar menghilangkan
perasaan yang selalu hadir saat kamu ada di dekatku.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Indonesia!
Ketika banyak yang
menganggap kemerdekaan Indonesia belum benar-benar diraih, jujur aku kecewa. Aku
belum mengerti atau bahkan aku memang tak mengerti jalan pikiran mereka yang
mengatakan seperti itu.
Selasa, 13 Agustus 2013
Puisi Untuk Sahabat
Terima kasih untuk Mbak Reva yang udah kasih izin buat kuedit dan kushare. Terima kasih juga buat Zahra yang udah kasih teks aslinya. Juga, buat Lia yang udah kasih teksnya malam ini. Ini puisi versiku :) Semoga semuanya suka.
Jumat, 02 Agustus 2013
Tempat Itu Masih Sama
Tempat itu masih sama. Bedanya,
di sampingmu bukan lagi aku. Dan, aku tak lagi di sampingmu.
Mungkin, rasa ini tak begitu menyesakkan jika
bukan kamu yang melakukannya. Sikap peduli yang pernah kau beri 3 minggu yang
lalu, seakan musnah. Ingatanmu jika aku ada, hilang. Kamu anggap apa aku? Debu?
Yang bisa dengan mudah kau sapu dari hidupmu? Apakah aku menganggu
penglihatanmu dalam kehidupan ini? Apakah aku sengaja kau hapus dari hidupmu?
Rasa Ini Begitu Menyakitkan
Sesak ketika melihat
wajahmu tersipu saat mereka bercerita tentang dia. Dia yang mampu membuatmu
memujanya. Rasa tak percaya yang semula muncul saat aku mengetahui kamu dekat
dengannya, sirna. Aku mulai percaya kamu menyukainya. Ini aneh. Konyol. Bodoh.
Payah. Aku ada di antara kalian. Tapi, sepertinya aku bukanlah tembok yang harus
kalian tembus. Yang harus kalian daki untuk mempersatukan cinta. Bahkan,
mungkin aku tidak terlihat.
Langganan:
Postingan (Atom)
Kamu Harus Baca Ini
#SWORDS's After Story
Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini. Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...
Banyak yang Baca Ini
-
Sudah sejak tadi pagi aku tak sabar ingin segera malam. Karena kemarin, abangku bilang, dia akan pulang, dan membawa banyak...
-
“Nggak dilanjutin belajar matematikanya?” “Ehm, ha? Belajar?” lalu pandangan gadis itu beralih pada lembaran kertas tercoret angka, t...
-
Sahabatku baru saja bercerita tiga menit tanpa jeda. Tentang salah seorang pemuda yang buatnya melayang-layang tak berdaya. Pemuda yang...
.png)



