Minggu, 24 Juni 2018

#SWORDS's After Story


Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.
            
Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjutan telah berada di genggaman tangan, meskipun kalau dikilas balik setahun belakangan ini pikiranku jauh dari kata baik-baik saja.

Kamu juga jangan salah sangka bahwa hal itu dikarenakan oleh dia.

            Tidak.

            Hampir sembilan puluh persen aku tidak memikirkan manusia satu itu. Rangkaian ujian sekolah lebih menyita isi kepalaku daripada dia. Dan berkat stres tingkat dewaku yang tertuang di kamera, justru membawaku satu tingkat lebih dekat pada fotografer yang paling menginspirasiku sampai sekarang: Ewin Setyo.

            Kamu harus baca novel SWORDS dulu biar paham.

Rabu, 02 Mei 2018

Bagaimana Membicarakan Cita-cita dengan Orang Tua?


“Kenapa kamu ingin ke sana? Coba universitas yang lain dulu,”
“Biayanya mahal. Bapak ini sebentar lagi pensiun lo,”
“Masih lama pula. Mungkin nanti keinginanmu bisa berubah,”
Dan detik itu aku merasa bahwa cita-citaku mungkin tidak seperti yang aku rancang di kepalaku.

Sabtu, 07 April 2018

Apa yang Ingin Aku Tekuni?



Halo!

Pemilik akun ini sedang bertekad untuk membuat tulisan secara rutin—kemungkinan besar akan dikirim tiap minggu. Meskipun serangkaian ujian baru saja hampir selesai, setidaknya kepalaku sudah sedikit longgar untuk diajak berpikir dan berdiskusi.

Ah, iya, kalau Kawan-kawan ingin berdiskusi, boleh banget. Aku bisa dijumpai di LINE dengan id: angelarezka; twitter dengan username: @AngelaRezka; dan instagram dengan username: @angela_rezka. Melalui email jela.andua@gmail.com pun boleh.

Pada kesempatan kali ini, ada beberapa hal yang ingin aku bagi, kepada Kawan-kawan—dan sekali lagi—khususnya kepada adik-adik yang masih punya kesempatan untuk memilih di mana akan menghabiskan masa putih abu-abu.

Senin, 19 Maret 2018

Daftar Kesalahan



Halo, adik-adik SMP yang akan menuju SMA,
            
 Berikut ini adalah tulisan mengenai kesalahanku sebelum masuk SMA, yang mungkin bisa kalian jadikan pencerahan daripada kalian menyesal tiga tahun kemudian, seperti yang aku alami sekarang.

Buat adik-adik yang masih bingung nanti di SMA mau memilih jurusan apa, mungkin penjelasan tentang kesalahanku ini bisa membantu, setidaknya membuatmu berpikir ulang sehingga bisa lebih percaya diri dalam memilih jurusan karena tiga tahun di masa putih abu-abu adalah jembatan yang harus adik-adik lewati untuk masa depan yang telah menanti.

Kamis, 08 Februari 2018

Demi Eksistensi

Hai.
            
Aku kembali ke peredaran.

            Anggap saja tulisan ini sebagai salam pembuka setelah sekian lama tidak bersua, sekaligus ucapan selamat datang karena kemungkinan besar, tulisanku tidak lagi seperti yang kamu harapkan. Maaf, bukannya aku kehilangan selera untuk memenuhi apa yang kamu suka, tapi aku merasa, kalau setiap saat memenuhi keinginan seseorang, lama-lama aku sendiri yang akan mati tanpa kebahagiaan yang berarti. Karena jujur, setelah aku menghilang dari permukaan, aku menemukan beberapa hal dalam hidupku yang perlu aku atur ulang: termasuk tulisan dalam blogku sekarang.

            Pertama: aku masih suka menulis, meskipun tidak setiap hari aku merasa perlu menuangkan uneg-uneg dan memerlakukan laptop seperti diary.

Minggu, 26 November 2017

Sedang Menyiapkan Selamat Tinggal Terbaik

Bagaimana?
            
Buruk.

            Aku sama sekali tidak menduga kalau aku dan kamu akan melewati tahap seperti ini. Saat aku mulai percaya pada setiap katamu, tapi kamu malah beranjak pergi. Saat aku mengingat setiap detik tawa kita yang tercipta di akhir canda-canda tidak penting, mengenang aku dan kamu melaju malam-malam di jalanan lengang kota, bahkan pada waktu aku dan kamu sama-sama bego tapi sok tahu ingin memecahkan soal matematika—kamu justru ingin mengabaikan semua hal yang pernah aku dan kamu lewati, kemudian menjadi orang yang dapat melupakan suatu peristiwa dengan baik.

Sabtu, 04 November 2017

Mampir ke Peredaran

Hai.

Maaf, vakum terlalu lama.
Bukan karena ada beberapa perasaan yang perlu dibereskan, tapi memang pemilik blog ini sedang sibuk demi menyiapkan masa depan.

Soal perasaan, alhamdulillah masih terjaga dengan baik. Orang-orang yang datang dan pergi, dengan rekam jejak masing-masing, tidak lagi menyulut tangis. Pemilik blog ini baru saja belajar dari pengalaman-pengalaman mengenai perasaan yang jauh dari kata manis. Tapi semoga saja aku bisa mendapatkan pemahaman-pemahaman baru yang baik dan bisa dipetik.

Nongkrong di perpustakaan daerah dan menunggu hujan reda, adalah apa yang sedang dilakukan sekarang. Dalam batas waktu kurang dari setengah jam, harus menyelesaikan tulisan ini, sekalian beres-beres dan membersihkan tempat yang tidak pernah berdebu tapi selalu diasumsikan banyak sarang laba-laba kalau tidak sering dikunjungi.

Aku sedang di sini. Dengan perasaan yang masih baik.
Mungkin esok atau lusa, aku akan menceritakan seseorang yang sudah lama menghuni hati, dan baru muncul ke permukaan akhir-akhir ini. Atau aku akan menuliskan tentang teman-teman yang merelakan hampir tiga tahun mereka untuk menghuni sebuah ruangan bersamaku, dari Senin sampai Sabtu. Keluarga keduaku.

Bisa juga aku akan menceritakan tentang seseorang yang sudah berbagi kromosom dan gen denganku. Menggunakan rahim yang sama untuk gerbang menuju dunia yang kata orang begitu kejam tapi bagiku seperti taman hiburan ini.

Mereka adalah orang-orang terdekat, yang menyelamatkanku dari keolengan akibat perasaan yang terlalu tolol untuk aku puja.

Dan kamu, mungkin kamu suatu hari juga akan menghuni blog ini LAGI, demi menggenapkan cerita. Tidak marah lagi, kan, Bang? Hahahaha. Maaf, aku kembali mengeksposmu di sini.


By the way, aku akan berterima kasih kepada kalian karena telah kecewa untuk membuka laman ini yang isinya masih sama dari berbulan-bulan lalu. Aku belum bisa berjanji untuk rutin menulis lagi di sini. Tapi aku janji, aku akan dan terus menulis.

Sampai jumpa!

Kamu Harus Baca Ini

#SWORDS's After Story

Hidupku tidak banyak berubah, seandainya kamu ingin bertanya keadaanku kini.              Bersyukur banyak-banyak karena sekolah lanjut...

Banyak yang Baca Ini